KEBOMAS (portalgresik.com) – Warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, mempunyai kegiatan tersendiri dalam memperingati tahun baru Islam 1 Muharram. Masyarakatnya sebagian besar adalah nelayan yang menggantungkan hidupnya dari laut. Sehingga  peringatan 1 Muharram juga ada kaitannya dengan laut, yaitu melarung tumpeng ke laut.

Para pemuda desa zikir keliling kampung sebelum larung tumpeng (foto: Ali/portal-G)

Ratusan warga setempat yang kebanyakan adalah pelajar dan pemuda desa setempat tumplek blek ikut melarung tumpeng sebagai simbul tolak bala’.  Selain tumpeng  juga tikus tiruan sebagai lambang memberantas korupsi. Kegiatan tersebut dikomandoi sesepuh setempat dan kepala Desa Sukorejo

“Tujuan kami melakukan ritual ini untuk tolak bala’ serta semoga di beri kelimpahan rejeki, sekaligus kami ingin pihak pemerintah mau membenahi Kali Lamong yang menjadi sandaran hidup hampir seluruh warga desa kami, “papar Fathur Rohman, kepala Desa Sukorejo. Minggu (27/11)

Sebelum dilarung, tumpeng yang ditempatkan di balai desa diberi doa oleh Kepala desa dengan diamini oleh  peserta. Selanjutnya tumpeng diarak keliling kampung dengan iringan sholawat dan tetabuhan. Setelah keliling kampung dan sampai di tepi Kali Lamong, Kepala desa langsung meceburkan tumpeng dan aneka buah serta tikus tiruan.

Seperti diketahui, ritual ini dilakukan nenek moyang mereka sejak di Desa Pojok Pesisir kecamatan Gresik.  Selanjutnya pada tahun 1985 warga harus bedol deso karena ada perluasan pabrik Petrokimia.  Namun meskipun mereka pindah, tetapi ritual dan kebiasaan di desa asalnya dulu masih dipertahankan termasuk Larung Tumpeng. (ali/vet)