Oleh Muhaimin Iqbal

Hebohnya konsep Mobnas karya para siswa SMK di Solo yang terkenal dengan karyanya mobil Kiat Esemka, mengingatkan saya pada istilah yang dipopulerkan oleh Si Doel lebih dari satu dasawarsa lalu yaitu istilah ‘Tukang Insinyur’. Nampaknya memang para ‘Tukang Insinyur’ inilah yang dibutuhkan untuk menghasilkan karya nyata dalam berbagai bidang di setiap jaman. Di antara inovasi-inovasi yang mengagumkan dan sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dalam dua abad terakhir adalah memang inovasi di bidang permesinan, beberapa di antaranya yang inspiratif adalah mesin-mesin yang saya sajikan pada gambar dibawah.

Anda mungkin tidak mudah membedakan di antara empat foto tersebut diatas, mana yang merupakan mesin jam tangan yang sangat kecil dan mana yang merupakan mesin mobil. Mengapa mesin-mesin itu mirip satu sama lain ?, ya karena kalau di urut-urut Maha Guru-nya sama.

Bila Anda mencari siapa penemu mesin jam yang sangat canggih yang mulai di hasilkan oleh para ‘Tukang Insinyur’ di barat lebih dari se abad lalu itu, kemungkinan besarnya Anda tidak menemukannya. Karena mesin jam yang canggih tersebut tidak ditemukan oleh para ‘Tukang Insinyur’ di dunia barat, tetapi dihasilkan oleh ‘Tukang Insinyur’ Muslim sekitar 7 abad sebelumnya.

Pengakuan ini dapat Anda temukan di Swiss – pusatnya industry jam yang tidak terkalahkan oleh negara lain lebih dari satu abad. Di sebuah museum jam Musée d’Horlogerie du Locle, Château des Monts, in Le Locle, Switzerland terdapat reproduksi sebuah jam karya abad pertengahan yang disebut jam gajah (elephant clock).

Hanya ada dua jam karya ‘Tukang Insinyur’ Muslim abad pertengahan ini yang kini bener-bener hidup, yaitu yang satu lagi di Ibn Battuta Mall di Dubai. Tetapi siapa penemu jam ini sesungguhnya ?, inilah sumber inspirasinya.

Jam gajah yang Anda dapat saksikan cara kerjanya – pada link youtube ini, adalah hanya salah satu karya saja dari ‘Tukang Insinyur’ Muslim yang bernama Abu al-‘Iz Ibn Isma’il ibn al-Razaz al-Jazari (1136–1206), dia-lah penemu berbagai mesin canggih – bahkan untuk ukuran jaman ini sekalipun. Temuan-temuan ini kemudian dia bukukan dalam kitab permesinan yang sangat komprehensif dengan judul Kitáb fí ma’rifat al-hiyal al-handasiyya(Buku Pengetahuan Tentang Alat-alat Mekanik yang Cerdas).

Tetapi dari mana Al-Jazari bisa begitu cerdas dengan sejumlah karyanya tersebut ?, dari mana dia belajar ?. Saya terus terang belum sempat meneliti detil Riwayat Hidup – Al-Jazari ini. Tetapi yang jelas dia adalah orang shaleh yang hidup sejaman dengan Shalahuddin Al-Ayyubi (1137-1193) atau yang dikenal dengan Generasi Shalahuddin. Yaitu suatu jaman ketika Islam lagi berjaya dan bangkit lagi dari keterpurukannya.

Jaman di mana umat ini kembali pada tuntunan Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk dan rujukannya untuk segala macam ilmu pengetahuan dan urusan. Maka sangat bisa jadi, Al-jazari yang shaleh ini menemukan mesin-mesinnya yang canggih tersebut dari sumber inspirasi yang sama yaitu Al-Qur’an.

Entah ayat yang mana persisnya yang menjadi sumber inspirasinya, saya hanya menduga saja – kemungkinan salah satunya adalah ayat tentang peredaran bulan dan matahari, salah satunya “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (QS 21:33).

Mengapa demikian ?, karena kalau kita perhatikan mesin-mesin modern yang saya sajikan pada foto di atas, mesin yang di inpirasi oleh karya Al- Jazari ini sangat mirip cara kerjanya dengan apa yang ada di tata surya kita – dan bahkan juga mirip dengan cara kerja benda yang sangat kecil yang disebut atom – bandingkan mesin-mesin tersebut di atas misalnya dengan gambar di bawah.

Lantas inspirasi apa yang bisa kita belajar dari karya Al-Jazari yang kemudian ditiru dunia barat dan mereka maju karenanya ?. Saya berfikirnya adalah demikian : Bila karya agung Sang Maha Pencipta – dari yang sangat-sangat kecil (atom) sampai yang sangat-sangat besar (tata surya), cara kerjanya mirip satu sama lain – maka bila kita menggunakan atau meniru system yang Dia contohkan tersebut – insyaAllah kita juga akan bisa menghasilkan sesuatu yang sangat hebat.

Bila mesin jam tangan , mesin mobil dan berbagai permesinan lainnya mencontoh cara kerja atom dan tata surya – bahkan di bidang permesinan dikenal istilah planetary gear – karena memang mirip cara kerja planet !, InsyaAllah system yang sama pasti juga bisa dicontoh untuk ‘mesin-mesin’ lainnya seperti mesin ekonomi misalnya.

Bahwa mesin ekonomi mirip tata surya dan atom, ‘gear’ yang besar tidak boleh berputar sendirian atau berputar hanya sesama ‘gear’ yang besar, dia harus memutar ‘gear-gear’ yang kecil – ini juga sudah ada petunjukNya yaitu antara lain melalui ayat “… supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. …” (QS 59 :7).

Nah sekarang kita tahu, untuk menghasilkan mesin-mesin ekonomi yang canggih – diperlukan ‘Tukang Insinyur’ yang mampu membuat dan merangkai berbagai ‘gear’ dengan berbagai ukuran dan berbagai fungsi, kemudian meng-integrasikan-nya dalam suatu system untuk tujuan kerja yang sama. Tetapi siapa ‘Tukang Insinyur’ di bidang ekonomi ini ?.

Dia harus seperti Al –Jazari di atas, dia tidak berada di menara gading dengan ilmu, ulasan dan analisanya. Dia berada ngulik di lapangan, dia menemukan masalah dan mengatasinya sampai tuntas, dia tidak hanya menenerawang peluang, tidak hanya mengidentifikasi potensi, tetapi dia bekerja keras untuk memberi solusi. Itulah inti dari entrepreneur atau ‘Tukang Insinyur’ di bidang ekonomi !

Karena saya pingin juga bisa mejadi salah satu dari ‘Tukang Insinyur-Tukang Insinyur’ jaman ini, maka saya juga harus ngulik di lapangan, tidak cukup hanya membuat tulisan seperti ini – tetapi harus bener-bener berupaya meng-implementasikan-nya.

Maka sebelum tulisan ini saya buat, saya siapkan dahulu implementation plan-nya berupa web yang saya buat dalam dua hari. Web yang ini saya beri nama secara berkelakar ‘BeyBus’ ( dibaca seperti mengucapkan kata ‘bebas’), yang sebenarnya singkatan dari Beyond Business. Lantas apa yang akan saya lakukan dengan ‘BeyBus’ ini ?

Sama seperti yang dilakukan oleh ‘Tukang Insinyur’ Al- Jazari, membuat ‘gear- gear’ dari berbagai ukuran, kemudian merangkainya menjadi suatu system permesinan yang canggih – untuk saya ini adalah mesin ekonomi !

“Gear-gear’ dari berbagai ukuran dan fungsi ini juga tidak perlu seluruhnya saya buat sendiri –lha wong sudah banyak tersedia di masyarakat berupa berbagai jenis usaha atau unit ekonomi dari berbagai bidang dan berbagai ukuran. Yang saya perlukan tinggal ‘meng-integrasikan’ dalam suatu system yang saling ‘memutar’ satu sama lain.

Perhatikan cara kerja mesin-mesin karya para ‘Tukang Insinyur’ tersebut diatas, bila gear-gear tersebut berputar sendirian, dia tidak menghasilkan apa-apa. Tetapi ketika gear-gear tersebut tersusun rapi dalam suatu rangkaian system – maka dia menghasilkan suatu karya agung yang mencontoh karya-karya Sang Maha Agung – Sang Maha Pencipta seperti system yang ada di tata surya dan atom.

Demikian pula dengan pelaku usaha dalam ekonomi, bila dia berputar sendirian – dia tidak akan menghasilkan sesuatu yang berarti – tetapi ketika berbagai usaha dengan berbagai skala dan bidang bisa dirangkai atau dintegrasikan dengan pas – insyaAllah akan menghasilkan suatu system ekonomi yang perkasa – yang berkontribusi pada kembalinya kejayaan Islam – seperti yang dihasilkan oleh Al-Jazari dari Generasi Shalahuddin tersebut diatas.

Bila Anda tertarik untuk bergabung dalam upaya ini, silahkan kunjungi situs khusus yang saya siapkan untuk membuat mesin ekonomi berputar secara synergis – terintegrasi satu sama lain, yang besar maupun yang kecil saling memutar – situs yang saya beri nama BeyBus di http://www.beybus.com. Anda juga bisa bergabung dalam pertemuan fisik bulanan kami yang kami sebut Pesantren Wirausaha Akhir Pekan, yang terdekat adalah akhir pekan ini 14-15 Januari 2012 di Jonggol – Implementasi BeyBus insyaAllah akan dijelaskan detil pada kesempatan tersebut.

Ada kesamaan situs-situs besar dunia saat ini seperti Google, Twitter, Facebook, Yahoodlsb…, semuanya terdiri dari dua suku kata yang awalnya tidak bermakna sesuatu – tetapi kemudian merekalah yang membuat perubahan besar di era teknologi ini. Maka mengapa tidak, kita juga ingin ikut mewarnai perubahan ekonomi di era teknologi ini dengan BeyBus ?. Gagasan besar Anda para pembaca saya tunggu. InsyaAllah.

http://www.eramuslim.com/syariah/ekonomi-syariah/muhaimin-iqbal-inspirasi-dari-para-tukang-insinyur.htm