oleh : Ibnu Abihi
(Team Kajian Shoutussalam)


Bagian ke dua dari tulisan menjadi hamba yang bersyukur

Setiap perintah yang Allah Subhanahu wa ta’ala perintahkan pasti mengandung faedah,begitu juga dengan bersyukur terhadap segala nikmat yang ada.Di dalam kitab Fiqhu-l-ad’iyah wa-l-adzkar karangan Abdul rozaq bin Abdul Muhsin di sebutkan beberapa faedahnya adalah sebagai berikut :

– Allah Subhanahu wa ta’ala menyandingkan syukur dan iman,barang siapa bersyukur dan beriman maka tidak ada alasan untuk mendapatkan siksa-Nya.

مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآمَنْتُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا

Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.(Qs. Annisa’:147)

– Allah akan selalu memberikan tambahan kepada siapa yang bersyukur.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.(Qs. Ibrahim:7)

– Orang di dunia ini di terbagi menjadi dua golongan,orang yang bersyukur dan orang yang kufur.orang yang kufur adalah orang yang dibenci sedangkan orang yang bersyukur adalah orang yang dicintai.

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ ۖ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ ۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ….

Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain…(Qs. Azzumar:7)

– Seseorang disebut beribadah apabila dia bersyukur,dan siapa yang belum bersyukur bukan termasuk ahli ibadah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu beribadah.(QS.Al baqoroh:172)   

– Salah satu tujuan Iblis adalah mencegah manusia untuk bersyukur.Hal itu ia lakukan ketika mengetahui besarnya kedudukan syukur.

ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (Qs.Al a’raf :17)

– Allah juga mengkhabarkan bahawasanya orang-orang yang bersyukur adalah orang-orang yang khusus diberikan anugerah di antara hamba-hamba-Nya.

وَكَذَلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لِيَقُولُوا أَهَؤُلاَءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَا أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ

“Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah diantara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?” (Qs.Al-An’aam:53) 

Inilah beberapa faedah yang akan di raih apabila seseorang bersyukur terhadap segala nikmat yang telah diberikan.

Sudahkah kita bersyukur ?

Di akhir tulisan ini marilah kita bertanya pada diri sendiri,Sudahkah kita termasuk di dalam golongan orang-orang yang bersyukur? Masihkah kita mengeluhkan nikmat yang telah Allah Subhanahu wa ta’ala berikan?

Ketika sudah terhidang makanan di atas meja buatan bunda,Hatipun sedikit berontak hingga berkatalah lisan kenapa lauknya selalu seperti ini,kemudian melangkahlah kaki meninggalkan rumah menuju warung makan untuk memilih lauk kesukaan.sadarkah kita bahwa masih banyak manusia di sekitar kita yang mengais makanan-makanan bekas tak bertuan? Sadarkah kita bahwa makanan di atas meja tadi akan terbuang sia-sia tanpa ada yang menyantapnya?

Ketika adzan saling bersahutan terdengar di telinga,lisan tetap tenang terdiam tak menjawab seruan kemenangan,matapun tak mau lepas memandang monitor kesayangan,hingga kakipun tertular enggan manjawab seruan adzan.Apakah seperti ini yang disebut bersyukur dengan nikmat pendengaran? Seperti inikah bersyukur dengan nikmat penglihatan ?

Marilah kita memohon kepada Allah Sang pemberi nikmat agar digolongkan kedalam golongan hamba yang bersyukur,sehingga mendapatkan janji-janji yang telah Allah janjikan.Wallahu Ta’ala a’lam (IA)

http://www.shoutussalam.com/read/in-depth/12404/kenapa-kita-harus-bersyukur/